about heart

Sungguh suatu kebahagiaan ketika kita mempunyai seseorang yang terkasih, seseorang yang dapat membuat kita damai, seseorang yang selalu ada dikala kita perlu ataupun tidak, baik ketika suka maupun duka, ia tetap setia menemani kita, mengarungi hidup yang semakin tidak menentu.

Disaat orang-orang mulai disibukkan dengan egonya masing-masing, mengharap yang terbaik dengan segala cara, bahkan untuk urusan cinta ia menghalalkan segala cara dan menggunakan maksud-maksud tertentu untuk mendapatkan hati orang yang terkasih. Bagaikan hidup seumur hidup dan tak ada mati!.

Perlu diingat, bahwa hidup kita di dunia hanya sementara saja. Di dunia kita dituntut untuk bisa menabur benih-benih akhlak dan iman yang kuat berdasar tuntunan agama kita. Di hari akhir nanti, semua itu akan diminta untuk dipertanggungjawabkan. Ingatlah, sesungguhnya kejayaan, kekayaan, kesempurnaan, kecantikan, ketampanan, bahkan orang –orang yang terkasih tidak akan mampu menyelamatkan kita dari siksa neraka. Naudzubillah hi min dzalik. Janganlah kita masuk dalam golongan orang-orang yang beruntung di dunia tapi merugi di akhirat.

Cinta, memang sesuatu yang kadang tak bisa di deskripsikan dalam satu kalimat. Ia bersumber dalam hati masing-masing insan. Karena hati sendiri tak bisa ditebak seperti apa implementasinya. Ia bisa berubah kapan saja ia mau, sedetik ia berkata A, bahkan sedetik kemudian ia bisa berkata C. Apalagi untuk urusan cinta, hati kadang berkata ya, tapi kadang ia dapat membalikkan kata ya menjadi tidak. Semua itu kembali kepada insan masing-masing, apakah ia akan menuruti kata hatinya atau tidak, karena yang mampu mengendalikan hati adalah insan itu sendiri.

Cinta kadang dideskripsikan sebagai suatu bentuk rasa dimana ada keinginan untuk saling menyayangi, memperhatikan, melindungi, dan membuat suatu kenyamanan yang tak pernah bisa dibayar oleh uang. Karena uang tidak bisa menjadi suatu tolok ukur cinta yang sejati. Kalaupun ada cinta yang diukur dengan uang, itu adalah cinta yang konyol dan tak berharga sama sekali. Hanyalah orang-orang yang merugi yang selalu menikmati cinta konyol tersebut. Apakah anda termasuk orang-orang yang merugi, tanyakan sendiri pada diri anda?.

Tinggalkan Balasan