MASA DEPAN
Jadilah pengusaha..Jangan jadi karyawan
Kata itulah yang saat ini sangat mengusik diriku. Posisiku sekarang sebagai karyawan di sebuah perusahaan berskala besar mulai goyah akan hal itu. Tak kututupi, bahwa sejatinya aku bekerja di perusahaan itu karena aku ingin mencari pengalaman dan uang untuk penuh-penuh dompet. Karena, sejak aku diwisuda bulan juli kemarin, uang saku dari ortu mulai dibatasi alias di cut sampai 50%. Duhhhh…pusing jadinya.
Tapi tak apalah..semua itu adalah jalan yang harus aku tempuh. Sebagai lelaki aku harus kuat dan tahan banting di segala kondisi. Untungnya, awal bulan desember kemarin aku diterima menjadi karyawan di perusahaan terbesar di Jogja, bergerak di sektor ritail. Awal bulan sih, ok-ok aja situasi kerjaku. Aku mulai menunjukkan performa sebagai seorang marketing dengan tingkat penjualan yang mulai naik. Sampai bulan ini, alhamdulillah aku sudah over target. Akan tetapi prestasi kerjaku tidak diimbangi dengan sikap atasanku yang tidak bersahabat. Ada saja hal-hal kecil yang dipermasalahkan, yang seharusnya bisa diselesaikan tapi malah berlarut-larut. Ditambah lagi dengan sikapnya yang tidak menunjukkan profesionalisme kerja, padahal ia selalu menggaungkan filosofi itu.
Tapi bagiku itu hanyalah suatu ganjalan, aku tetap harus maju, yang penting aku bisa berprestasi tanpa memikirkan sikap atasanku. Karena bagiku, yang paling penting aku bisa mencukupi kebutuhanku walau dengan gaji pas-pasan. Itupun kalau ada, kalau terpaksa tidak ada ya ngutang dulu. Urusan bayar utang ntar lahhhh..pasti ada jalannya.He5x..
Walaupun dengan gaji yang agak mepet dan hampir selalu kena penyakit kanker (kantong kering), tapi pekerjaan ini tetap kujalani. Dalam hatiku hanya ada satu harapan, Tuhan tidak pernah tidur dan dia Maha adil, dan semua yang kulakukan dengan niatan ikhlas ini semoga bisa membuahkan hal yang lebih dari sekarang, mengingat mencari pekerjaan di kota Jogja atau di kota lain sudah sangat susah dan sangat ribet birokrasinya.What everlahhhhh…bagiku setiap usaha pasti ada rintangannya…seperti teori bisnis “semakin besar resiko yang diambil, semakin besar pula untung yang diraupnya”. Itulah yang menjadi landasanku untuk berjuang menyusun rencana masa depan.Kadang, ketika aku berdiskusi dengan beberapa teman mengenai rencana-rencana masa depanku, mereka hanya senyum-senyum plus geleng-geleng kepala keheranan dengan apa yang aku ungkapkan. Mereka kadang juga tidak percaya dengan rencanaku, tapi ada juga yang senasib denganku.he5x…..Permasalahan hidup terutama pemenuhan akan kebutuhan sehari-hari (walaupun aku masih single, tapi aku sudah memikirkan hal itu) semakin sulit, harga-harga semakin naik tak tanggung-tanggung. Sebagai masyarakat biasa, aku juga merasakan itu.
Sebagai seorang lelaki yang nantinya akan menjadi seorang kepala keluarga dan juga pastinya memberikan nafkah bagi istri dan anak-anakku kelak, aku tidak tinggal diam menghadapi keadaan ini. Aku harus mulai sejak dini memikirkan hari esok, walaupun masih dibilang terlalu jauh, daripada aku terlambat memulai sesuatu, lebih baik sekarang aku bersusah-susah tapi nanti aku bisa sukses di umur yang masih muda. Impian yang selalu ada di dalam benakku adalah aku ingin sebelum umur 30th aku sudah mapan, berkecukupan dalam segala hal,
mempunyai usaha sendiri yang sudah well done, dimana aku bisa membuka lapangan kerja bagi orang-orang disekitarku dan memakmurkan lingkungan sekitar dimana aku punya usaha.Jika dikembalikan dengan situasi sekarang, dimana aku masih menjadi karyawan, agaknya hal tersebut sangat terbalik. Antara kenyataan dan harapan yang masih di awang-awang. Sampai sekarangpun aku selalu dihantui perasaan itu, aku harus memulai sesuatu yang lebih baik dan lebih dari sekarang. Jangan jadi karyawan, tapi mulailah jadi pengusaha, karena seberapa banyak keuntungan yang diberikan kita ke perusahaan, bagian yang kita terima mungkin hanyalah 0,0000001%, tetapi coba banyangkan apabila kita mempunyai perusahaan sendiri yang telah dikelola dengan baik pasti semua keuntungan yang ada akan mengalir ke kita, dan paradigma tangan di bawah akan terhapus menjadi tangan di atas. Setidaknya, hidup kita akan lebih berharga, daripada mejadis eorang karyawan yang kadang setiap waktu bisa di PHK, ataupun dijadikan ujung tombak perusahaan (sebagi korban pertama kalau di dalam pertempuran). Jadi, mulailah putar otak anda, dan perasaan anda, lihatlah masa depan anda, seberapa besar kontribusi yang kalian berikan bagi orang-orang yang anda sayangi anda cintai, apakah anda tidak ingin memberikan perubahan bagi mereka, ingatlah kalau semua kesuksesan butuh perjuangan dan waktu, jadi kenapa lama-lama jadi karyawan, segeralah mulai konsepkan bisnis/usaha impian anda, dan wujudkanlah impian anda demi orang-orang yang anda cintai.Tuhan tidak pernah tidur dan dia akan mengabulkan permintaan doa kita, selama jalan/usaha yang kita tempuh benar dan tidak merugikan orang lain.